Pendahuluan
Perkembangan zaman yang semakin maju
menyebabkan tuntutan teknologi yangsesuai dengannya. Oleh karena itu manusia
sebagai pencipta teknologi harus selalu berpikirdan menemukan hal yang bisa
menjadi suatu penemuan baru, sehingga dapat bermanfaat bagimanusia dan
kehidupannya. Teknologi sendiri tidak dapat lepas dari yang namanyakomunikasi dan perkembangan pengetahuan. Pada
bentuknya yang paling sederhana,khususnya pada masyarakat berburu dan
meramu dan masyarakat tradisional, pembentukanteknologi lebih didorong oleh
tuntutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Manusiabutuh makanan mereka
membuat dan mengembangkan tombak dan panah sebagai alatberburu. Namun, dimasa
sekarang sudah banyak manusia yang membutuhkan makananhanya tinggal mencari
restoran atau rumah makan bahkan dengan menelpon saja.Perkembangan teknologi
disisi lain berdampak dapat mengubah peradaban manusia,yang mulai bergantung
pada teknologi. Istilah TI ( Teknologi Informasi ) atau IT(Information
Technology ) yang populer saat ini adalah bagian dari mata rantai panjang
dariperkembangan istilah dalam dunia SI ( Sistem Informasi ) atau IS (
Information System ).Istilah TI memang lebih merujuk pada teknologi yang
digunakan dalam menyampaikanmaupun mengolah informasi, namun pada dasarnya
masih merupakan bagian dari sebuahsistem informasi itu sendiri. TI memang
secara notabene lebih mudah dipahami secara umumsebagai pengolahan informasi
yang berbasis pada teknologi komputer yang tengah terusberkembang pesat.Teknologi informasi merupakan alat atau tool
dalam sebuah sistem informasi yangdibangun dalam suatu bisnis. Salah satu
contoh adalah bidang persaingan bisnis yangsemakin ketat di era globalisasi ini
menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategidan taktik bisnisnya. Yang
kemudian jika dilihat lebih mendalam, ternyata esensi daripersaingan terletak
pada bagaimana sebuah perusahaan dapat mengimplementasikan prosespenciptaan
produk dan atau jasanya secara lebih murah, lebih baik, dan lebih
cepatdibandingkan dengan pesaing bisnisnya atau menciptakan produk yang berbeda
atau unik yang tidak dapat diproduksi oleh pesaing. Sehingga penerapan
teknologi informasi dankomunikasi diperlukan dalam dunia bisnis sebagai alat
bantu dalam upaya memenangkanpersaingan terutama dalam pemasaran produk atau
jasa.Dalam menghadapi persaingan, manajemen perlu memiliki system
informasipemasaran yang terstruktur dengan baik, agar informasi yang diperoleh
dapat dianalisissehingga dapat membuahkan tindakan yang dapat merealisasikan
peluang serta menghindariancaman. Sistem informasi pemasaran yang terstruktur
dengan baik akan menciptakankeunggulan bersaing yang kuat. Untuk mempertahankan
kehidupan jangka panjangperusahaan, informasi memiliki peranan yang sangat
penting. Untuk itu manajer pemasaranharus jeli melihat perkembangan tehnologi
informasi dan selalu waspada terhadappeningkatan keunggulan bersaing dalam
informasi.Pemanfaatan Teknologi Informasi yang sudah dilakukan dalam menunjang
kegiatanoperasional Perusahaan meliputi bidang-bidang sebagai berikut
:1.Sistem InformasiAkuntansidanKeuangan
2. Sistem Informasi Properti
3. Sistem Informasi Forwarding
.4. Sistem Informasi Pergudangan.
5. Sistem Informasi SDM
6. Sistem Informasi Poliklinik
7. Aplikasi Audit Internal (Pengawasan
SPI)
8. Sistem Persediaan ATK/Cetakan
9. Sistem Inventarisasi Peralatan
Kantor
10. Sistem Electronic Data Interchange
(EDI) untuk pengiriman dokumen
11. Website dan intranet.
Sejarah
memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak yang
sangat signifikan terhadap sejumlah konsep dan teori organisasi. Berbeda dengan
perangkat teknologi lainnya yang dalam teori organisasi konvensional hanya
dipandang sebagai bagian dari perangkat “machines” - yang merupakan faktor
produksi penting atau dikenal sebagai 4M dalam ilmu ekonomi[1] - teknologi
informasi dan komunikasi dianggap telah menyebabkan terjadinya pergeseran
sejumlah paradigma secara signifikan dalam praktek berorganisasi[2]. Bahkan
beberapa praktisi sepakat memasukkan “informasi” sebagai faktor produksi
penting kelima diluar 4M yang telah dikenal[3].
Oleh karena itu, untuk dapat mengetahui sejauh mana
dampak perkembangan teknologi ini telah berpengaruh terhadap cara perusahaan
moderen mengorganisasikan perusahaannya, ada baiknya dipahami terlebih dahulu
sejumlah teori sistem organisasi pasca diperkenalkannya teknologi informasi
secara komersial.
Tujuan
Sebagai
sarana pemenuhan tugas blok” Shinta
Avriyanti,SE.,M.AB
dan
diharapkan dapat menjadi bahan tambahan pengetahuan tentang perkembangan
teknologiinformasi dalam bidang pemasaran.
II. PEMBAHASAN 2.1
Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi tidak dapat hanya dipahami
sebagai benda-benda konkret saja, sepertimesin, alat, perkakas dan lain
sebagainya. Seperti terlihat dari awal katanya, teknologi adalahsebuah ilmu,
yaitu ilmu untuk membuat suatu alat, perkakas, mesin atau
bentuk-bentuk konkret lainnya (sebagai penerapan kaidah dan prinsip-
prinsip ilmu pengetahuan) untuk memudahkan aktivitas atau pekerjaan
manusia. Dengan demikian, teknologi itu, mempunyaiempat komponen utama yaitu :
1. Pengetahuan, yaitu seperangkat
gagasan bagaimana mengerjakan sesuatu.
2. Tujuan, untuk apa “sesuatu” tersebut
digunakan,
3. Aktivitasnya harus terpola dan
terorganisasi, dan,
4. Lingkungan pendukung agar aktivitas
itu dapat berjalan efektif Teknologi Informasi adalah bentuk umum yang
menggambarkan setiap teknologiyang membantu menghasilkan, memanipulasi,
menghasilkan, menyimpan, danmengkomunikasikan, dan atau menyampaikan informasi
(McKeown,2001)
2.2 Hubungan antara Teknologi Informasi
dan Pemasaran
Teknologi informasi dan kegiatan
pemasaran adalah dua buah hal yang sulitdipisahkan, karena antara satu dengan
lainnya memiliki keterkaitan yang masing masingsaling memberikan keuntungan.
Jika tidak ada teknologi informasi maka pemasaran akanmenjadi terbelakang dan
tidak akan maju untuk memenuhi tuntutan zaman.Teknologi Informasi miliki
peranan penting dalam pemasaran, karena teknologiinformasi merupakan tulang
punggung manajemen supply chain, konsep manajemen supplychain tidak dapat
dipisahkan dari perkembangan teknologi informasi (TI). Bahkan, kalaudilihat
dari sejarahnya, justru kemajuan teknologi inilah yang melahirkan prinsip
prinsipdasar dari manajemen supply chain.
Alasannya cukup sederhana, yaitu karena esensi daripengintegrasian
berbagai proses dan entitas bisnis di dalam domain manajemen supply chainadalah
melakukan share terhadap informasi yang dimiliki dan dihasilkan oleh berbagai
pihak.Konsep menajemen supply chain memperlihatkan adanya proses ketergantungan
antaraberbagai perusahaan yang terkait di dalam sebuah system bisnis. Semakin
banyak perusahaanyang terlibat dalam rantai tersebut, akan semakin kompleks
strategi pengelolaan yang perludibangun.Dilihat
dari sisi bisnis dan manajerial, terutama dalam kaitannya dengan manajemensupply
chain, ada empat peranan yang diharapkan oleh perusahaan dari implementasi
efektif sebuah teknologi informasi, yaitu :1. Minimize risk Setiap
bisnis memiliki risiko , terutama berkaitan dengan factorfaktor keuangan.
Padaumumnya risiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan
aspek-aspek eksternallain yang berada diluar control perusahaan. Saat ini
berbagai jenis aplikasi telah tersediauntuk mengurangi risiko-risiko yang kerap
dihadapi oleh bisnis seperti forecasting,financial advisory, planning expert
dan lain-lain. Kehadiran teknologi informasi selainharus mampu membantu
perusahaan mengurangi risiko bisnis yang ada, perlu pulamenjadi sarana untuk
membantu manajemen dalam mengelola risiko yang dihadapi.2. Reduce costsPeranan teknologi informasi sebagai katalisator
dalam berbagai usaha pengurangan biaya-biaya operasional perusahaan pada
akhirnya akan berpengaruh terhadap profitabilitasperusahaan. Sehubungan dengan
hal tersebut biasanya ada empat cara yang ditawarkanteknologi informasi untuk
mengurangi biaya-biaya kegiatan operasional yaitu :
Eleminasi proses. Implementasi berbagai
komponen teknologi informasi akan mampumenghilangkan atau mengeliminasi
proses-proses yang dirasa tidak perlu. Contoh callcenter untuk menggantikan
fungsi layanan pelanggan dalam menghadapi keluhanpelanggan.
1 Simplifikasi proses. Berbagai proses
yang panjang dan berbelit-belit (birokratis)biasanya dapat disederhanakan
dengan mengimplementasikan berbagai komponenteknologi informasi. Contoh order
dapat dilakukan melalui situs perusahaan tanpaperlu datang ke bagian pelayanan
order.
2 Integrasi proses. Teknologi informasi
juga mampu melakukan pengintegrasianbeberapa proses menjadi satu sehingga
terasa lebih cepat dan praktis (secara langsungakan meningkatkan kepuasan
pelanggan juga).
3 Otomatisasi proses. Mengubah proses
manual menjadi otomatis merupakan tawaranklasik dari teknologi informasi.
Contoh scanner untuk menggantikan fungsi matamanusia dalam meletakan dan
mencari barang digudang.
3. Add ValuePeranan selanjutnya
dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan value bagipelanggan
perusahaan. Tujuan a khir dari penciptaan value tidak sekedar
untuk memuaskan pelanggan, tetapi lebih jauh lagi untuk menciptakan
loyalitas sehinggapelanggan tersebut bersedia selalu menjadi konsumennya untuk
jangka panjang.4. Create new realitiesPerkembangan teknologi informasi terakhir
yang ditandai dengan pesatnya teknologiinternet telah mampu menciptakan suatu
arena bersaing baru bagi perusahaan, yaitu didunia maya. Berbagai konsep
e-business semacan e-commerce, eprocurement e-customer,e-loyalty, dan
lain-lainnya pada dasarnya merupakan cara pandang baru dalammenanggapi
mekanisme bisnis di era globalisasi informasi.Internet membawa dampak
transpormasional yang menciptakan paradigma barudalam berbisnis, berupa digital
marketing atau internet marketing (cyber marketing,electronic marketing).
Istilah internetisasi mengacu pada proses sebuah perusahaan terlibatdalam
aktivitas-aktivitas bisnis secara elektronik (e-commerce atau e-bisnis),
khususnyadengan memanfaatkan internet sebagai media, pasar, maupun
infrastruktur penunjang.Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi
masih terus meningkat. Hal inibisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan
yang memerlukan kemampuan di bidangteknologi informasi di berbagai bidang, dan
juga jumlah SDM berkemampuan di bidangteknologi informasi masih sedikit, jika
dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.Dengan teknologi informasi yang
terkoneksi dengan jaringan internet globalmemberikan peluang dalam pemasaran
produk atau jasa, dengan jaringan internet dan fiturweb yang menarik merupakan
salah satu alat promosi yang baik dan lebih murah terutamadalam bisnis jasa.
Dalam konsep Good Governance dimana terdapat kesetaraan peran antarapemerintah,
masyarakat dan swasta, mau tidak mau pemerintahpun harus menguasai
danmengembangkan teknologi informasi yang populer sekarang dengan sebutan
E-Goverment.Pada prinsipnya peran teknologi dalam pemasaran adalah sebagai alat
untuk mempermudahproses, dibalik itu tetap sumber daya manusia dan strategi
pemasaran memegang kunciutama.Teknologi dalam pemasaran punya peran penting
untuk meningkatkan eksistensisebuah perusahaan atau suatu badan usaha.
Pemasaran pada zaman sekarang ini, jika tidak ditunjang dengan adanya
perkembangan teknologi yang maju tidak mungkin dapatdipasarkan secara maksimal.
Peranan teknologi dalam pemasaran yakni menunjang kegiatan-kegiatan yang saling
berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, sertakaitannya
dengan mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa kepada
kelompok pembeli. Sehingga pemasaran barang dan jasa dapat berjalan secara
maksimal.
2.3. Tantangan Perkembangan Tehnologi
Informasi di Bidang Pemasaran
Bagian Pemasaran harus mampu menghadapi
tantangan perubahan lingkungansehingga dapat menghasilkan informasi yang sesuai
dengan perubahan teknologi manufaktur,teknologi sistem informasi dan persaingan
global. Bagian Pemasaran harus mampuberadaptasi dengan kemajuan teknologi. Selain
itu, kemajuan teknologi membawa dampak terhadap perkembangan dunia
industri yang menuntut adanya kriteria penilaian kinerjaperusahaan untuk
mencapai tujuan secara optimal. Kriteria tersebut menyebabkan bidangpemasaran
untuk dapat menyajikan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat
waktu,lengkap, dapat dipahami, dan teruji dalam rangka pengambilan keputusan
manajemen, baik strategik maupun taktis.Selain itu, ketersediaan alat-alat
yang dibutuhkan, seperti ketersediaan komputerpersonal (PC) software dan paket-paket grafis yang memudahkan
pengguna (user friendly)
.Komputer personal berfungsi sebagai
penghubung komunikasi ke sistem informasi
perusahaan,
sedangkan
Software dan
paket grafis memberikan manajer kemampuan analitisuntuk menggunakan informasi
tersebut. Alat bantu PC dan
software
tersedia bagi manajerdari semua jenis
organisasi. PC dan software yang mudah pengoperasiannya memungkinkanmanajer
melakukan lebih banyak analisis dan mengurangi ketergantungannya padadepartemen
sistem informasi yang tersentralisasi. Jika sebuah PC juga bertindak
sebagaisuatu terminal dan dihubungkan ke
database
organisasi, maka manajer dapat
mengaksesinformasi dengan cepat dan menyiapkan lebih banyak laporannya.Masalah
budaya juga dapat menjadi tantangan tersendiri dalam perkembangantehnologi
informasi, penerimaan masyarakat terhadap barang dan jasa yang ditawarkan
akansangat berpengaruh. Pada masyarakat tertentu, hal-hal baru apalagi yang
berhubungan dengantehnologi akan susah untuk dimengerti dan dipahami, disitulah
peranan manajer pemasaranuntuk dapat mengadakan pelatihan-pelatihan kepada
mitra kerjanya tentang bagaimanapenggunaan sistem informasi yang berbasis
tehnologi untuk menunjang perkembangan bisnisyang
dikelolanya.
2.4. Dampak Perkembangan Tehnologi
Informasi di Bidang Pemasaran
Suatu perkembangan teknologi dapat
memiliki peranan penting dalam kehidupanmanusia. Namun, di sisi lain juga
memiliki dampak dalam kehidupan manusia. Terutamakaitannya di bidang pemasaran
yang terjadi dalam proses jual beli di suatu perusahaan ataubadan usaha untuk
mempromosikan produknya. Dampak dari teknologi di bidang pemasarandapat berupa
dampak positif atau yang membawa kemajuan, tetapi juga dapat berupa
dampak negatif atau yang membuat kemunduran.Salah satu dampak positif dari
teknologi dalam kehidupan manusia, terutama dibidang pemasaran yakni proses
penyampaian informasi secara cepat. Jika zaman dulu, dalammemasarkan produk
harus menunggu beberapa minggu atau beberapa bulan barutersampaikan. Tetapi,
pada zaman sekarang ini, dengan kemajuan teknologi informasi parapenjual maupun
pembeli tidak perlu menunggu lama-lama untuk dapat melihat produk.Karena dapat
diakses melalui sebuah jaringan internet maupun situs
–
situs terkait.Dampak positif yang lain
dari perkembangan teknologi adalah proses transaksi yangdapat berlangsung
secara cepat. Tidak perlu antri lama
–
lama di kantor pos untuk mengirimmaupun
mengambil uang. Adanya fasilitas ATM (Anjungan Tunai Mandiri) adalah salah satusarana penunjang dalam sebuah kelancaran
pemasaran barang dan jasa. Pengenalan produk barang dan jasa suatu
perusahaan maupun badan usaha melalui media periklanan, baik itumedia
elektronik maupun media cetak. Seperti televisi, pemasangan iklan lewat
internet yangsaat ini banyak beredar. Dan media cetak seperti koran, majalah,
buletin. Merupakan buktiadanya dampak yang berpengaruh baik atau positif bagi
teknologi yakni dibidangpemasaran.Perkembangan teknologi yang terus berkembang
membuat masyarakat dalammenjalankan kehidupannya menjadi semakin maju dan tidak
gagap teknologi. Artinya dapatmengikuti perubahan zaman yang terjadi yang
ditandai dengan adanya perubahan danpengembangan
teknologi yang berproses secara bertahap.Teknologi Informasi tidak hanya
membawa manfaat dalam organisasi,tetapi kepuasanpelanggan juga meningkat dengan
pelaksanaan Internet.Hari ini, pelanggan lebihberpengetahuan tentang kualitas
dan ketersediaan produk yang ada di pasar yangbersaing.Melalui penggunaan
internet dan perdagangan elektronik,konsumen dapatmenemukan ribuan produk dan
mencari kualitas terbaik dan harga.Banyak perusahaan jugamemiliki on-line
membantu, misalnya, jika Anda ingin membeli sebuah televisi on line
danmembutuhkan pertanyaan yang diajukan, Anda bisa cukup klik pada "on-line
membantu"icon dan seseorang akan
segera membantu Anda.Sebelum IT dilaksanakan, mengambilpersediaan dan
penjadwalan untuk bahan-bahan untuk datang mengambil banyak pengambilan
keputusan dan perencanaan.Sebuah perusahaan tidak ingin memiliki kelebihan
dari bahan baku ware-rumah mereka, atau
tidak cukup bahan. waktu pendekatan persediaanmembantu masalah itu dengan
menjadwalkan bahan-bahan untuk tiba di gudang kapantepatnya diperlukan.Dengan
demikian manajer puas karena mengurangi biaya dan alur kerjatelah
ditingkatkan.Selain itu, konsumen tidak menunggu untuk sebuah produk
yangseharusnya dikirim dua hari yang lalu.Dampak negatif atau dampak yang
kurang baik bagi teknologi dibidang pemasaransalah satunya adalah adanya
kesenjangan sosial. Dalam kaitannya dengan pertumbuhanekonomi dan ketidaksamaan
pemerataan peranan teknologi sangat besar, karenaperkembangan teknologi
berkaitan erat dengan stratifikasi sosial. Dalam hal ini surplusekonomi dalam
kaitannya dengan pemasaran dianggap berkaitan erat dengan perkembanganteknologi.
Dengan demikian maka, penetapan teknologi rendah maupun teknologi tinggisangat
berdampak terhadap kesenjangan sosial.Dampak negatif yang lainnya adalah
dibidang sosial ekonomi teknologi. Dalam halini, teknologi mungkin memiliki
wajah yang revolusioner. Meskipun banyak pendapatmengenai peran teknologi dalam
masyarakat, namun satu hal yang pokok bahwa teknologimerupakan salah satu
faktor yang dapat mengubah tatanan suatu masyarakat sehinggamemiliki wajah yang
lain sama sekali. Dikatakan demikian karena dulu ketika ditemukanteknologi
peleburan besi cangkul, dan baju, lahirlah revolusi pertama dalam sejarah
manusia,yaitu pertanian. Dan ketika mesin uap ditemukan dan kemudian menjadi
motor penggerak mesin-mesin di pabrik, lagi-lagi teknologi menjadi salah
satu faktor terjadinya revolusiindustri.Namun dari segi-segi tertentu,
teknologi telah membuat perubahan bentuk maupunkapasitas sehingga menghilangkan
ciri khas personal dalam sebuah produk. Dampak sosialteknologi jauh sekali
terasa bila melalui proses alih teknologi. Penggunaan sebuah teknologibaru (
yang belum tentu sesuai dengan karakter local ) menuntut penyesuaian struktur
sosialbudaya dengan cepat. Akibatnya, masyarakat tersebut akan mengalami suatu
kondisi kritisyang dapat berujung pada sebuah kelompok atau kesatuan baru,
mungkin malah terjadiperselisihan atau perpecahan. Kenyataan menunjukkan bahwa
kepentingan ekonomi danpolitik sangat mempengaruhi penerimaan alih teknologi,
termasuk di dalamnya kepentinganekonomi dan praktek dari negara pengalih
teknologi.
III. KesimpulanB
erdasarkan uraian di atas,dapat
disimpulkan bahwa teknologi itu berkembang dari
Dua
Perspektif Sistem Organisasi
Dalam berbagai teori organisasi – baik yang
konvensional maupun moderen – secara sederhana organisasi dilihat sebagai
kesatuan antara dua komponen penting atau entitas utama yaitu “manusia” dan
“struktur”. Unsur manusia akan sangat dipengaruhi oleh nilai, budaya/kultur,
kepercayaan, perilaku sosial, struktur masyarakat, lingkungan sekitar, dan lain
sebagainya; sementara unsur struktur akan sangat terkait dengan sistem,
teknologi, prosedur, ukuran dan bentuk, dan lain sebagainya. Walaupun keduanya
“sepakat” untuk melebur demi pencapaian suatu tujuan
[4], penggabungan kedua unsur tersebut menghasilkan
suatukompleksitas yang berubah-ubah dari masa ke masa sesuai dengan tingginya
dinamika internal dan eksternal organisasi. Terlepas dari beraneka ragam teori
mengenai organisasi yang telah dikenal, untuk mempermudah pemahaman, dapat diambil
dua perspektif sistem yang sangat bertolak belakang satu dengan lainnya, yang
dikenal sebagai “sociotechnical perspective” dan “structuralist perspective”
[5].
Sociotechnical Perspective
Pendekatan sistem ini menganggap bahwa organisasi
moderen semacam perusahaan pada dasarnya merupakan hasil sintesis atau
penggabungan dari dua komponen mendasar, yaitu “kemampuan teknis” untuk
menghasilkan sesuatu yang dapat dijual (dalam hal ini adalah produk atau jasa
yang ditawarkan) dan “sumber daya manusia” sebagai pelaku atau subyek dalam
berorganisasi. Pandangan ini jelas merupakan pembaharuan dari teori organisasi
konvensional yang menganggap bahwa organisasi tidak lebih dari sebuah “mesin”
yang bersifat statis dan otokratis. Dalam kerangka pandangan tradisional
tersebut, manusia hanyalah dianggap sebagai sebuah “sparepart” atau “benda
mati” yang dapat dengan mudah diperjualbelikan sesuai dengan keperluan. Hal ini
jelas sangat bertentangan dengan konsepsociotechnical dimana sumber daya
manusia dianggap sebagai entitas yang paling strategis dalam sebuah organisasi,
terutama yang bersifat komersial seperti sebuah perusahaan. Perubahan paradigma
tersebut telah mengakibatkan terjadinya revolusi pemikiran dalam perancangan
sistem organisasi yang tepat dan efektif di era moderen seperti saat ini dimana
sejumlah prinsip lama yang telah sedemikian kuat dipegang, harus dilepas dan
digantikan dengan beragam paradigma baru. Tabel berikut memperlihatkan
bagaimana berbedanya pandangan pada era organisasi tradisional dengan konsep
sociotechnical[6] dalam berbagai aspek penting[7].
Traditional Approach
|
Sociotechnical Concept
|
The technological imperative
|
Joint Optimization
|
People as extensions of machines
|
People as complementary to machines
|
People as expendable spare parts
|
People as resource to be developed
|
Maximum task breakdown, simple narrow skills
(Taylorism)
|
Optimum task grouping, multiple broad skills (Work
Enhancement)
|
External controls (supervisors, specialist, staff,
procedures)
|
Internal controls, self-regulating systems,
autonomous work groups
|
Tall organisation chart, autocratic style
|
Flat organisation chart, participative style,
netowrk of workers
|
Competition, gamesmanship
|
Collaboration, collegiality
|
Organisation’s purposes only
|
Members’ and society’s common good
|
Alienation
|
Commitment, involvement
|
Low risk-taking
|
Innovation, risk seeking (with limits)
|
Structuralist Perspective
Konsep ini merupakan hasil kajian dari Aston School
dimana mereka memfokuskan studinya pada pencarian aspek-aspek yang mempengaruhi
struktur dan perilaku manusia dalam berorganisasi. Berbeda dengan
sociotechnical perspective yang berpegang pada penggabungan unsur teknis dengan
sumber daya manusia, structuralist perspective menemukan adanya sejumlah elemen
penting lainnya yang saling mempengaruhi perilaku dalam berorganisasi. Keempat
elemen penting yang dimaksud adalah: konteks, struktur organisasi, kinerja, dan
perilaku organisasi. Konteks merupakan faktor makro yang memberikan ciri khusus
pada sebuah organisasi. Contohnya adalah sebuah perusahaan yang
karakteristiknya akan sangat ditentukan oleh hal-hal semacam: tipe industri,
kompleksitas bisnis, strukturmarket, ruang lingkup usaha, nature of
products and services, perkembangan teknologi, barrier to entry,
situasi kompetisi, dan lain sebagainya. Dalam mengatasi konteks makro
tersebutlhan maka perusahaan membentuk sebuah struktur organisasi berdasarkan
sejumlah aspek terkait dengan hal-hal sebagai berikut: pembagian divisi
berdasarkan spesialiasi, pemberlakukan standarisasi, bentuk formaliasi
komunikasi dan prosedur, struktur sentraliasi atau desentraslisasi, dan lain
sebagainya. Dibentuknya struktur tersebut adalah untuk memudahkan tercapainya
visi, misi, dan obyektif yang telah dicanangkan, dimana keseluruhannya akan
diukur melalui sejumlah indikator kinerja, seperti: produktivitas,
profitabilitas, kemampuan beradaptasi, good corporate governance, dan
lain sebagainya. Perlu diperhatikan bahwa struktur organisasi memiliki
keterkaitan timbal balik yang sangat erat dengan perilaku organisasi karena di
dalamnya akan mengandung baik secara implisitmaupun eksplisit hal-hal semacam:
struktur pengaruh dan kekuasaan, pola interaksi dan pelaporan, batasan
pekerjaan dan tanggung jawab, dan lain sebagainya.

Pengaruh Peranan Teknologi Informasi
Kedua titik ekstrem perspektif tersebut membentuk
sebuah spektrum sistem organisasi dimana di dalamnya terdiri dari berbagai
macam jenis atau tipe sistem organisasi yang “dianut” oleh beragam organisasi
moderen di dunia yang telah melibatkan teknologi informasi sebagai salah satu
senjata utama dalam bersaing[8]. Mengenai ke arah mana sebuah organisasi akan
memiliki kecenderungan dalam proses perancangan sistem organisasinya – dalam
arti kata apakah yang bersangkutan akan lebih dekat ke sociotechnical atau ke
arah structuralist – akan teramat sangat ditentukan oleh portofolio
perananteknologi informasi di perusahaan tersebut dan tingkat maturity
atau kematangannya. Teori yang paling banyak dipergunakan untuk melihat sejauh
mana peranan teknologi informasi bagi sebuah perusahaan adalah dengan
menggunakan kateogori yang diperkenalkan oleh Markus, dimana menurutnya ada 5
(lima) peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan, masing-masing
adalah:
1. Fungsi
Operasional
2. Fungsi
Pengawasan dan Kontrol
3. Fungsi
Perencanaan dan Pengambilan Keputusan
4. Fungsi
Komunikasi
5. Fungsi
Interorganisasi
System Types
|
System Funtions
|
Key Design Features
|
Operational
|
To structure work
|
Work rationalisation
Work routinisation
|
Monitoring and control
|
To evaluate performance and motivate people
|
Standards
Measures
Evaluation
Feedback
Reward
|
Planning and decision
|
To support intellectual processes
|
Models
Data analysis and presentation
|
Communication
|
To augment human communication
|
Communication procedures
Communication mediation
|
Interorganisational
|
To facilitate interorganisatinal transactions
|
Structuring or mediation of interorganisational
transactions
|
Tipe dan fungsi peranan teknologi informasi ini
secara langsung akan berpengaruh terhadap rancangan atau desain:
· Struktur
organisasi perusahaan; dan
· Struktur
organisasi departemen, divisi, atau unit terkait dengan sistem informasi,
teknologi informasi, dan manajemen informasi[9].
Fungsi Operasional akan membuat struktur organisasi
menjadi lebih ramping dan jauh dari sifat birokratis karena sejumlah aspek
administratif yang ketat dan teratur telah diambil alih fungsinya oleh
teknologi informasi. Karena sifat penggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi
organisasi, maka unit terkait dengan manajemen teknologi informasi akan
menjalankan fungsinya sebagai “supporting agency”[10] dimanateknologi informasi
dianggap sebagai sebuah “firm infrastructure”.
Fungsi Monitoring and Control mengandung
arti bahwa keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial – embedded di dalam
setiap fungsi manajer - sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya
harus dapat memiliki “span of control” atau “peer relationship” yang
memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer di perusahaan
terkait.
Fungsi Planning and Decision mengangkat
teknologi informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena
keberadaannya sebagai enabler dari rencana bisnis perusahaan dan
merupakan sebuah “knowledge generator” bagi para pimpinan perusahaan yang
dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah keputusan penting
sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan yang pada akhirnya memilih menempatkan
unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan dan/atau
pengembangan korporat karena fungsi strategis tersebut diatas.
Fungsi Communication secara
prinsip termasuk ke dalam “firm infrastructure” dalam era organisasi moderen
dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media
individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan
berinteraksi. Seperti halnya pada Fungsi Operational, unit teknologi informasi
akan menempatkan dirinya sebagai penunjang aktivitas sehari-hari perusahaan.
Fungsi Interorganisational merupakan
sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu belakangan ini oleh semangat
globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukan kolaborasi atau menjalin
kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain[11]. Konsep kemitraan strategis atau partnerships
berbasis teknologi informasi seperti pada implementasi Supply Chain
Management atau Enterprise Resource Planning membuat perusahaan
melakukan sejumlah terobosan penting dalam mendesain struktur organisasi unit
teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang ditemui perusahaan yang cenderung
melakukan kegiatan pengalihdayaan atau outsourcing sejumlah proses
bisnis terkait dengan manajemen teknologi informasinya ke pihak lain demi
kelancaran bisnisnya.
Penutup
Melihat kenyataan dan penjelasan tersebut, maka
terlihat bahwa pada dasarnya, sistem organisasi – menyangkut di dalamnya
perancangan struktur organisasi dan penilaian efektivitas kinerjanya – akan
sangat tergantung dari sejumlah faktor spesifik terkait dengan situasi dan
kondisi perusahaan. Walaupun berada dalam sebuah industri yang sama, lini
bisnis serupa, penghasil produk dan jasa yang tidak jauh berbeda
karakteristiknya, beberapa perusahaan dapat memiliki struktur organisasi yang
berbeda. Perbedaan tersebut dipicu karena unsur-unsur yang “tidak mungkin
tersamakan” seperti: nilai atau value yang dianut masing-masing
individu, budaya perusahaan yang telah terbentuk, perilaku para pimpinan dan
pengambil keputusanterutama dalam hal leadership (sikap kepemimpinan),
visi dan misi perushaan yang telah dicanangkan, konteks keberadaan perusahaan
dalam lingkungan sekitarnya, maturity dari perusahaan dalam berbisnis,
dinamika pasar yang sangat tinggi, perkembangan teknologi informasi yang pesat,
dan lain sebagainya. Dengan memahami karakteristik dari perusahaan – terutama
ditinjau dari sejumlah variabel yang mempengaruhinya – nischaya dapat
dikembangkan sebuah struktur organisasi usaha dan unit penunjang teknologi
informasi yang tepat dan efektif.
2.3.
Tantangan Perkembangan Tehnologi Informasi di Bidang Pemasaran
Bagian
Pemasaran harus mampu menghadapi tantangan perubahan lingkungansehingga dapat
menghasilkan informasi yang sesuai dengan perubahan teknologi
manufaktur,teknologi sistem informasi dan persaingan global. Bagian Pemasaran
harus mampuberadaptasi dengan kemajuan teknologi. Selain itu, kemajuan
teknologi membawa dampak terhadap perkembangan dunia industri yang
menuntut adanya kriteria penilaian kinerjaperusahaan untuk mencapai tujuan
secara optimal. Kriteria tersebut menyebabkan bidangpemasaran untuk dapat
menyajikan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu,lengkap, dapat
dipahami, dan teruji dalam rangka pengambilan keputusan manajemen,
baik strategik maupun taktis.Selain itu, ketersediaan alat-alat yang
dibutuhkan, seperti ketersediaan komputerpersonal (PC),
software
, dan
paket-paket grafis yang memudahkan pengguna (user friendly).Komputer personal
berfungsi sebagai penghubung komunikasi ke sistem informasi
perusahaan, sedangkan
software
dan paket
grafis memberikan manajer kemampuan analitisuntuk menggunakan informasi
tersebut. Alat bantu PC dan
software
tersedia bagi
manajerdari semua jenis organisasi. PC dan software yang mudah pengoperasiannya
memungkinkanmanajer melakukan lebih banyak analisis dan mengurangi
ketergantungannya padadepartemen sistem informasi yang tersentralisasi. Jika
sebuah PC juga bertindak sebagaisuatu terminal dan dihubungkan ke
database
organisasi,
maka manajer dapat mengaksesinformasi dengan cepat dan menyiapkan lebih banyak
laporannya.Masalah budaya juga dapat menjadi tantangan tersendiri dalam
perkembangantehnologi informasi, penerimaan masyarakat terhadap barang dan jasa
yang ditawarkan akansangat berpengaruh. Pada masyarakat tertentu, hal-hal baru
apalagi yang berhubungan dengantehnologi akan susah untuk dimengerti dan
dipahami, disitulah peranan manajer pemasaranuntuk dapat mengadakan
pelatihan-pelatihan kepada mitra kerjanya tentang bagaimanapenggunaan sistem
informasi yang berbasis tehnologi untuk menunjang perkembangan bisnisyang dikelolanya.
2.4. Dampak
Perkembangan Tehnologi Informasi di Bidang Pemasaran
Suatu perkembangan
teknologi dapat memiliki peranan penting dalam kehidupanmanusia. Namun, di sisi
lain juga memiliki dampak dalam kehidupan manusia. Terutamakaitannya di bidang
pemasaran yang terjadi dalam proses jual beli di suatu perusahaan ataubadan
usaha untuk mempromosikan produknya. Dampak dari teknologi di bidang
pemasarandapat berupa dampak positif atau yang membawa kemajuan, tetapi juga
dapat berupa dampak negatif atau yang membuat kemunduran.Salah satu dampak
positif dari teknologi dalam kehidupan manusia, terutama dibidang pemasaran
yakni proses penyampaian informasi secara cepat. Jika zaman dulu,
dalammemasarkan produk harus menunggu beberapa minggu atau beberapa bulan
barutersampaikan. Tetapi, pada zaman sekarang ini, dengan kemajuan teknologi
informasi parapenjual maupun pembeli tidak perlu menunggu lama-lama untuk dapat
melihat produk.Karena dapat diakses melalui sebuah jaringan internet maupun
situs –
situs
terkait.Dampak positif yang lain dari perkembangan teknologi adalah proses
transaksi yangdapat berlangsung secara cepat. Tidak perlu antri
lama – lama
di kantor pos untuk mengirimmaupun mengambil uang. Adanya fasilitas ATM
(Anjungan Tunai Mandiri) adalah salah satusarana
penunjang dalam sebuah kelancaran pemasaran barang dan jasa. Pengenalan produk barang
dan jasa suatu perusahaan maupun badan usaha melalui media periklanan, baik
itumedia elektronik maupun media cetak. Seperti televisi, pemasangan iklan
lewat internet yangsaat ini banyak beredar. Dan media cetak seperti koran,
majalah, buletin. Merupakan buktiadanya dampak yang berpengaruh baik atau
positif bagi teknologi yakni dibidangpemasaran.Perkembangan teknologi yang
terus berkembang membuat masyarakat dalammenjalankan kehidupannya menjadi
semakin maju dan tidak gagap teknologi. Artinya dapatmengikuti perubahan zaman
yang terjadi yang ditandai dengan adanya perubahan danpengembangan teknologi yang berproses secara bertahap.Teknologi
Informasi tidak hanya membawa manfaat dalam organisasi,tetapi kepuasanpelanggan
juga meningkat dengan pelaksanaan Internet.Hari ini, pelanggan
lebihberpengetahuan tentang kualitas dan ketersediaan produk yang ada di pasar
yangbersaing.Melalui penggunaan internet dan perdagangan elektronik,konsumen
dapatmenemukan ribuan produk dan mencari kualitas terbaik dan harga.Banyak
perusahaan jugamemiliki on-line membantu, misalnya, jika Anda ingin membeli
sebuah televisi on line danmembutuhkan pertanyaan yang diajukan, Anda bisa
cukup klik pada "on-line membantu"icon
dan seseorang akan segera membantu Anda.Sebelum IT dilaksanakan, mengambilpersediaan
dan penjadwalan untuk bahan-bahan untuk datang mengambil
banyak pengambilan keputusan dan perencanaan.Sebuah perusahaan tidak ingin
memiliki kelebihan
teknologi
dibidang pemasaransalah satunya adalah adanya kesenjangan sosial. Dalam
kaitannya dengan pertumbuhanekonomi dan ketidaksamaan pemerataan peranan
teknologi sangat besar, karenaperkembangan teknologi berkaitan erat dengan
stratifikasi sosial. Dalam hal ini surplusekonomi dalam kaitannya dengan
pemasaran dianggap berkaitan erat dengan perkembanganteknologi. Dengan demikian
maka, penetapan teknologi rendah maupun teknologi tinggisangat berdampak
terhadap kesenjangan sosial.Dampak negatif yang lainnya adalah dibidang sosial
ekonomi teknologi. Dalam halini, teknologi mungkin memiliki wajah yang
revolusioner. Meskipun banyak pendapatmengenai peran teknologi dalam
masyarakat, namun satu hal yang pokok bahwa teknologimerupakan salah satu
faktor yang dapat mengubah tatanan suatu masyarakat sehinggamemiliki wajah yang
lain sama sekali. Dikatakan demikian karena dulu ketika ditemukanteknologi
peleburan besi cangkul, dan baju, lahirlah revolusi pertama dalam sejarah
manusia,yaitu pertanian. Dan ketika mesin uap ditemukan dan kemudian menjadi
motor penggerak mesin-mesin di pabrik, lagi-lagi teknologi menjadi salah
satu faktor terjadinya revolusiindustri.Namun dari segi-segi tertentu,
teknologi telah membuat perubahan bentuk maupunkapasitas sehingga menghilangkan
ciri khas personal dalam sebuah produk. Dampak sosialteknologi jauh sekali terasa
bila melalui proses alih teknologi. Penggunaan sebuah teknologibaru ( yang
belum tentu sesuai dengan karakter local ) menuntut penyesuaian struktur
sosialbudaya dengan cepat. Akibatnya, masyarakat tersebut akan mengalami suatu
kondisi kritisyang dapat berujung pada sebuah kelompok atau kesatuan baru,
mungkin malah terjadiperselisihan atau perpecahan. Kenyataan menunjukkan bahwa
kepentingan ekonomi danpolitik sangat mempengaruhi penerimaan alih teknologi,
termasuk di dalamnya kepentinganekonomi dan praktek dari negara pengalih
teknologi.
III.
KesimpulanB
Berdasarkan
uraian di atas,dapat disimpulkan bahwa teknologi itu berkembang darimasa ke
masa. Teknologi banyak membawa perubahan disegala bidang. Selain itu,
teknologi juga banyak memiliki peranan penting, yang juga memilki dampak
di bidang pemasaran.Adanya hal tersebut, tentunya dapat menjadi sebuah analisa.
Bahwa ketika teknologi ituberkembang pasti ada dampak yang
mengiringinya.Teknologi adalah sebuah bukti bahwa kehidupan itu berjalan.
Meskipun, banyak terjadi kontroversi dalam prosesnya. Tetapi, tetap saja
teknolgi tidak dapat lepas darikehidupan manusia. Didalam bidang pemasaran,
tentunya teknologi yang maju dapatmengembangkan
berbagai hal. Yang berfungsi bagi kemajuan suatu perusahaan atau badanusaha.
Perlu juga sebuah pengawasan teknologi, agar teknologi tidak difungsikan untuk
halyang kurang baik bahkan disalah gunakan untuk tindakan yang melanggar aturan
/ norma yang berlaku.
[1] Yang dimaksud dengan 4M adalah: Men, Materials,
Money, dan Machines.
[2] Don Tapscott memperlihatkan secara jelas dan detail
12 pergeseran paradigma yang mencirikan sebuah organisasi di era New Economy.
[3] Moris, Steve, John Meed, dan Neil Svensen, “The
Intelligent Manager: Adding Value in the Information Age”, London, UK: Pitman
Publishing, 1996.
[4] Yang dalam berbagai teori “organisasi” sering
didefinisikan sebagai kumpulan individu atau sekelompok orang yang ingin
mencapai suatu tujuan tertentu (misalnya visi dan misi yang telah dicanangkan).
[5] Pemilihan kedua perspektif kontras ini didasarkan
pada teori perancangan dan perilaku organisasi yang diperkenalkan oleh Van Ven
dan Joyce pada tahun 1981.
[6] Perlu diperhatikan bahwa “teknologi informasi”
dianggap sebagai bagian dari unsur “kemampuan teknis” dalam konsep
sociotechnical, sehingga keberadaannya sangat mempengaruhi desain organisasi
perusahaan moderen.
[7] Diambil dari buku “Organisations and Information
Technology: Systems, Power, and Job Design” karangan Ian Winfield.
[8] Sistem organisasi masa depan (futuristik) seperti
yang diperkenalkan James Martin pada bukunya Cybercorp tidak termasuk di
dalam spektrum tersebut karena sifatnya yang masih serba “spekulatif”.
[9] Sejumlah teori manajemen membedakan definisi ketiga
istilah tersebut (walaupun di dalam karya ini akan lebih ditekankan pada
“teknologi informasi”; lihat buku “Pengantar Konsep Dasar Sistem Informasi dan
Teknologi Informasi”
[10] Michael Porter dalam teori “competitive
advantage”-nya menamakan peranan teknologi informasi sebagai penunjang berbagai
kegiatan manajemen sebagai “supporting activities”.
[11] Bahkan dalam ilmu manajemen dikenal istilah
“coopetition” dimana perusahaan “sepakat” untuk bekerjasama dengan perusahaan
lain yang notabene adalah pesaingnya (karena berada dalam industri yang sama)
untuk berkolaborasi demi memenangkan kompetisi yang lebih besar ruang
lingkupnya.