Minggu, 17 April 2016

Perkembangan Teknologi Informasi


Pendahuluan
Perkembangan zaman yang semakin maju menyebabkan tuntutan teknologi yangsesuai dengannya. Oleh karena itu manusia sebagai pencipta teknologi harus selalu berpikirdan menemukan hal yang bisa menjadi suatu penemuan baru, sehingga dapat bermanfaat bagimanusia dan kehidupannya. Teknologi sendiri tidak dapat lepas dari yang namanyakomunikasi dan perkembangan pengetahuan. Pada bentuknya yang paling sederhana,khususnya pada masyarakat berburu dan meramu dan masyarakat tradisional, pembentukanteknologi lebih didorong oleh tuntutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Manusiabutuh makanan mereka membuat dan mengembangkan tombak dan panah sebagai alatberburu. Namun, dimasa sekarang sudah banyak manusia yang membutuhkan makananhanya tinggal mencari restoran atau rumah makan bahkan dengan menelpon saja.Perkembangan teknologi disisi lain berdampak dapat mengubah peradaban manusia,yang mulai bergantung pada teknologi. Istilah TI ( Teknologi Informasi ) atau IT(Information Technology ) yang populer saat ini adalah bagian dari mata rantai panjang dariperkembangan istilah dalam dunia SI ( Sistem Informasi ) atau IS ( Information System ).Istilah TI memang lebih merujuk pada teknologi yang digunakan dalam menyampaikanmaupun mengolah informasi, namun pada dasarnya masih merupakan bagian dari sebuahsistem informasi itu sendiri. TI memang secara notabene lebih mudah dipahami secara umumsebagai pengolahan informasi yang berbasis pada teknologi komputer yang tengah terusberkembang pesat.Teknologi informasi merupakan alat atau tool dalam sebuah sistem informasi yangdibangun dalam suatu bisnis. Salah satu contoh adalah bidang persaingan bisnis yangsemakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategidan taktik bisnisnya. Yang kemudian jika dilihat lebih mendalam, ternyata esensi daripersaingan terletak pada bagaimana sebuah perusahaan dapat mengimplementasikan prosespenciptaan produk dan atau jasanya secara lebih murah, lebih baik, dan lebih cepatdibandingkan dengan pesaing bisnisnya atau menciptakan produk yang berbeda atau unik yang tidak dapat diproduksi oleh pesaing. Sehingga penerapan teknologi informasi dankomunikasi diperlukan dalam dunia bisnis sebagai alat bantu dalam upaya memenangkanpersaingan terutama dalam pemasaran produk atau jasa.Dalam menghadapi persaingan, manajemen perlu memiliki system informasipemasaran yang terstruktur dengan baik, agar informasi yang diperoleh dapat dianalisissehingga dapat membuahkan tindakan yang dapat merealisasikan peluang serta menghindariancaman. Sistem informasi pemasaran yang terstruktur dengan baik akan menciptakankeunggulan bersaing yang kuat. Untuk mempertahankan kehidupan jangka panjangperusahaan, informasi memiliki peranan yang sangat penting. Untuk itu manajer pemasaranharus jeli melihat perkembangan tehnologi informasi dan selalu waspada terhadappeningkatan keunggulan bersaing dalam informasi.Pemanfaatan Teknologi Informasi yang sudah dilakukan dalam menunjang kegiatanoperasional Perusahaan meliputi bidang-bidang sebagai berikut 
:1.Sistem InformasiAkuntansidanKeuangan
2. Sistem Informasi Properti
3. Sistem Informasi Forwarding
.4. Sistem Informasi Pergudangan.
5. Sistem Informasi SDM
6. Sistem Informasi Poliklinik 
7. Aplikasi Audit Internal (Pengawasan SPI)
8. Sistem Persediaan ATK/Cetakan
9. Sistem Inventarisasi Peralatan Kantor
10. Sistem Electronic Data Interchange (EDI) untuk pengiriman dokumen
11. Website dan intranet.

Sejarah memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak yang sangat signifikan terhadap sejumlah konsep dan teori organisasi. Berbeda dengan perangkat teknologi lainnya yang dalam teori organisasi konvensional hanya dipandang sebagai bagian dari perangkat “machines” - yang merupakan faktor produksi penting atau dikenal sebagai 4M dalam ilmu ekonomi[1] - teknologi informasi dan komunikasi dianggap telah menyebabkan terjadinya pergeseran sejumlah paradigma secara signifikan dalam praktek berorganisasi[2]. Bahkan beberapa praktisi sepakat memasukkan “informasi” sebagai faktor produksi penting kelima diluar 4M yang telah dikenal[3].
Oleh karena itu, untuk dapat mengetahui sejauh mana dampak perkembangan teknologi ini telah berpengaruh terhadap cara perusahaan moderen mengorganisasikan perusahaannya, ada baiknya dipahami terlebih dahulu sejumlah teori sistem organisasi pasca diperkenalkannya teknologi informasi secara komersial.
Tujuan
Sebagai sarana pemenuhan tugas blok”  Shinta Avriyanti,SE.,M.AB
dan diharapkan dapat menjadi bahan tambahan pengetahuan tentang perkembangan teknologiinformasi dalam bidang pemasaran.

 
II. PEMBAHASAN 2.1
 Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi tidak dapat hanya dipahami sebagai benda-benda konkret saja, sepertimesin, alat, perkakas dan lain sebagainya. Seperti terlihat dari awal katanya, teknologi adalahsebuah ilmu, yaitu ilmu untuk membuat suatu alat, perkakas, mesin atau bentuk-bentuk konkret lainnya (sebagai penerapan kaidah dan prinsip- prinsip ilmu pengetahuan) untuk memudahkan aktivitas atau pekerjaan manusia. Dengan demikian, teknologi itu, mempunyaiempat komponen utama yaitu :
1. Pengetahuan, yaitu seperangkat gagasan bagaimana mengerjakan sesuatu.
2. Tujuan, untuk apa “sesuatu” tersebut digunakan,
 3. Aktivitasnya harus terpola dan terorganisasi, dan,
4. Lingkungan pendukung agar aktivitas itu dapat berjalan efektif Teknologi Informasi adalah bentuk umum yang menggambarkan setiap teknologiyang membantu menghasilkan, memanipulasi, menghasilkan, menyimpan, danmengkomunikasikan, dan atau menyampaikan informasi (McKeown,2001)

2.2 Hubungan antara Teknologi Informasi dan Pemasaran
Teknologi informasi dan kegiatan pemasaran adalah dua buah hal yang sulitdipisahkan, karena antara satu dengan lainnya memiliki keterkaitan yang masing masingsaling memberikan keuntungan. Jika tidak ada teknologi informasi maka pemasaran akanmenjadi terbelakang dan tidak akan maju untuk memenuhi tuntutan zaman.Teknologi Informasi miliki peranan penting dalam pemasaran, karena teknologiinformasi merupakan tulang punggung manajemen supply chain, konsep manajemen supplychain tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi informasi (TI). Bahkan, kalaudilihat dari sejarahnya, justru kemajuan teknologi inilah yang melahirkan prinsip prinsipdasar dari manajemen supply chain. Alasannya cukup sederhana, yaitu karena esensi daripengintegrasian berbagai proses dan entitas bisnis di dalam domain manajemen supply chainadalah melakukan share terhadap informasi yang dimiliki dan dihasilkan oleh berbagai pihak.Konsep menajemen supply chain memperlihatkan adanya proses ketergantungan antaraberbagai perusahaan yang terkait di dalam sebuah system bisnis. Semakin banyak perusahaanyang terlibat dalam rantai tersebut, akan semakin kompleks strategi pengelolaan yang perludibangun.Dilihat dari sisi bisnis dan manajerial, terutama dalam kaitannya dengan manajemensupply chain, ada empat peranan yang diharapkan oleh perusahaan dari implementasi efektif sebuah teknologi informasi, yaitu :1. Minimize risk Setiap bisnis memiliki risiko , terutama berkaitan dengan factorfaktor keuangan. Padaumumnya risiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternallain yang berada diluar control perusahaan. Saat ini berbagai jenis aplikasi telah tersediauntuk mengurangi risiko-risiko yang kerap dihadapi oleh bisnis seperti forecasting,financial advisory, planning expert dan lain-lain. Kehadiran teknologi informasi selainharus mampu membantu perusahaan mengurangi risiko bisnis yang ada, perlu pulamenjadi sarana untuk membantu manajemen dalam mengelola risiko yang dihadapi.2. Reduce costsPeranan teknologi informasi sebagai katalisator dalam berbagai usaha pengurangan biaya-biaya operasional perusahaan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap profitabilitasperusahaan. Sehubungan dengan hal tersebut biasanya ada empat cara yang ditawarkanteknologi informasi untuk mengurangi biaya-biaya kegiatan operasional yaitu :
Eleminasi proses. Implementasi berbagai komponen teknologi informasi akan mampumenghilangkan atau mengeliminasi proses-proses yang dirasa tidak perlu. Contoh callcenter untuk menggantikan fungsi layanan pelanggan dalam menghadapi keluhanpelanggan.
1 Simplifikasi proses. Berbagai proses yang panjang dan berbelit-belit (birokratis)biasanya dapat disederhanakan dengan mengimplementasikan berbagai komponenteknologi informasi. Contoh order dapat dilakukan melalui situs perusahaan tanpaperlu datang ke bagian pelayanan order.
2 Integrasi proses. Teknologi informasi juga mampu melakukan pengintegrasianbeberapa proses menjadi satu sehingga terasa lebih cepat dan praktis (secara langsungakan meningkatkan kepuasan pelanggan juga).
3 Otomatisasi proses. Mengubah proses manual menjadi otomatis merupakan tawaranklasik dari teknologi informasi. Contoh scanner untuk menggantikan fungsi matamanusia dalam meletakan dan mencari barang digudang.

 3. Add ValuePeranan selanjutnya dari teknologi informasi adalah untuk menciptakan value bagipelanggan perusahaan. Tujuan a khir dari penciptaan value tidak sekedar untuk memuaskan pelanggan, tetapi lebih jauh lagi untuk menciptakan loyalitas sehinggapelanggan tersebut bersedia selalu menjadi konsumennya untuk jangka panjang.4. Create new realitiesPerkembangan teknologi informasi terakhir yang ditandai dengan pesatnya teknologiinternet telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan, yaitu didunia maya. Berbagai konsep e-business semacan e-commerce, eprocurement e-customer,e-loyalty, dan lain-lainnya pada dasarnya merupakan cara pandang baru dalammenanggapi mekanisme bisnis di era globalisasi informasi.Internet membawa dampak transpormasional yang menciptakan paradigma barudalam berbisnis, berupa digital marketing atau internet marketing (cyber marketing,electronic marketing). Istilah internetisasi mengacu pada proses sebuah perusahaan terlibatdalam aktivitas-aktivitas bisnis secara elektronik (e-commerce atau e-bisnis), khususnyadengan memanfaatkan internet sebagai media, pasar, maupun infrastruktur penunjang.Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat. Hal inibisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidangteknologi informasi di berbagai bidang, dan juga jumlah SDM berkemampuan di bidangteknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.Dengan teknologi informasi yang terkoneksi dengan jaringan internet globalmemberikan peluang dalam pemasaran produk atau jasa, dengan jaringan internet dan fiturweb yang menarik merupakan salah satu alat promosi yang baik dan lebih murah terutamadalam bisnis jasa. Dalam konsep Good Governance dimana terdapat kesetaraan peran antarapemerintah, masyarakat dan swasta, mau tidak mau pemerintahpun harus menguasai danmengembangkan teknologi informasi yang populer sekarang dengan sebutan E-Goverment.Pada prinsipnya peran teknologi dalam pemasaran adalah sebagai alat untuk mempermudahproses, dibalik itu tetap sumber daya manusia dan strategi pemasaran memegang kunciutama.Teknologi dalam pemasaran punya peran penting untuk meningkatkan eksistensisebuah perusahaan atau suatu badan usaha. Pemasaran pada zaman sekarang ini, jika tidak ditunjang dengan adanya perkembangan teknologi yang maju tidak mungkin dapatdipasarkan secara maksimal. Peranan teknologi dalam pemasaran yakni menunjang kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, sertakaitannya dengan mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa kepada kelompok pembeli. Sehingga pemasaran barang dan jasa dapat berjalan secara maksimal.
2.3. Tantangan Perkembangan Tehnologi Informasi di Bidang Pemasaran
Bagian Pemasaran harus mampu menghadapi tantangan perubahan lingkungansehingga dapat menghasilkan informasi yang sesuai dengan perubahan teknologi manufaktur,teknologi sistem informasi dan persaingan global. Bagian Pemasaran harus mampuberadaptasi dengan kemajuan teknologi. Selain itu, kemajuan teknologi membawa dampak terhadap perkembangan dunia industri yang menuntut adanya kriteria penilaian kinerjaperusahaan untuk mencapai tujuan secara optimal. Kriteria tersebut menyebabkan bidangpemasaran untuk dapat menyajikan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu,lengkap, dapat dipahami, dan teruji dalam rangka pengambilan keputusan manajemen, baik strategik maupun taktis.Selain itu, ketersediaan alat-alat yang dibutuhkan, seperti ketersediaan komputerpersonal (PC) software dan paket-paket grafis yang memudahkan pengguna (user friendly)
.Komputer personal berfungsi sebagai penghubung komunikasi ke sistem informasi perusahaan, sedangkan
Software dan paket grafis memberikan manajer kemampuan analitisuntuk menggunakan informasi tersebut. Alat bantu PC dan software
tersedia bagi manajerdari semua jenis organisasi. PC dan software yang mudah pengoperasiannya memungkinkanmanajer melakukan lebih banyak analisis dan mengurangi ketergantungannya padadepartemen sistem informasi yang tersentralisasi. Jika sebuah PC juga bertindak sebagaisuatu terminal dan dihubungkan ke
database
organisasi, maka manajer dapat mengaksesinformasi dengan cepat dan menyiapkan lebih banyak laporannya.Masalah budaya juga dapat menjadi tantangan tersendiri dalam perkembangantehnologi informasi, penerimaan masyarakat terhadap barang dan jasa yang ditawarkan akansangat berpengaruh. Pada masyarakat tertentu, hal-hal baru apalagi yang berhubungan dengantehnologi akan susah untuk dimengerti dan dipahami, disitulah peranan manajer pemasaranuntuk dapat mengadakan pelatihan-pelatihan kepada mitra kerjanya tentang bagaimanapenggunaan sistem informasi yang berbasis tehnologi untuk menunjang perkembangan bisnisyang dikelolanya.
2.4. Dampak Perkembangan Tehnologi Informasi di Bidang Pemasaran
Suatu perkembangan teknologi dapat memiliki peranan penting dalam kehidupanmanusia. Namun, di sisi lain juga memiliki dampak dalam kehidupan manusia. Terutamakaitannya di bidang pemasaran yang terjadi dalam proses jual beli di suatu perusahaan ataubadan usaha untuk mempromosikan produknya. Dampak dari teknologi di bidang pemasarandapat berupa dampak positif atau yang membawa kemajuan, tetapi juga dapat berupa dampak negatif atau yang membuat kemunduran.Salah satu dampak positif dari teknologi dalam kehidupan manusia, terutama dibidang pemasaran yakni proses penyampaian informasi secara cepat. Jika zaman dulu, dalammemasarkan produk harus menunggu beberapa minggu atau beberapa bulan barutersampaikan. Tetapi, pada zaman sekarang ini, dengan kemajuan teknologi informasi parapenjual maupun pembeli tidak perlu menunggu lama-lama untuk dapat melihat produk.Karena dapat diakses melalui sebuah jaringan internet maupun situs
 – 
situs terkait.Dampak positif yang lain dari perkembangan teknologi adalah proses transaksi yangdapat berlangsung secara cepat. Tidak perlu antri lama
 – 
lama di kantor pos untuk mengirimmaupun mengambil uang. Adanya fasilitas ATM (Anjungan Tunai Mandiri) adalah salah satusarana penunjang dalam sebuah kelancaran pemasaran barang dan jasa. Pengenalan produk barang dan jasa suatu perusahaan maupun badan usaha melalui media periklanan, baik itumedia elektronik maupun media cetak. Seperti televisi, pemasangan iklan lewat internet yangsaat ini banyak beredar. Dan media cetak seperti koran, majalah, buletin. Merupakan buktiadanya dampak yang berpengaruh baik atau positif bagi teknologi yakni dibidangpemasaran.Perkembangan teknologi yang terus berkembang membuat masyarakat dalammenjalankan kehidupannya menjadi semakin maju dan tidak gagap teknologi. Artinya dapatmengikuti perubahan zaman yang terjadi yang ditandai dengan adanya perubahan danpengembangan teknologi yang berproses secara bertahap.Teknologi Informasi tidak hanya membawa manfaat dalam organisasi,tetapi kepuasanpelanggan juga meningkat dengan pelaksanaan Internet.Hari ini, pelanggan lebihberpengetahuan tentang kualitas dan ketersediaan produk yang ada di pasar yangbersaing.Melalui penggunaan internet dan perdagangan elektronik,konsumen dapatmenemukan ribuan produk dan mencari kualitas terbaik dan harga.Banyak perusahaan jugamemiliki on-line membantu, misalnya, jika Anda ingin membeli sebuah televisi on line danmembutuhkan pertanyaan yang diajukan, Anda bisa cukup klik pada "on-line membantu"icon dan seseorang akan segera membantu Anda.Sebelum IT dilaksanakan, mengambilpersediaan dan penjadwalan untuk bahan-bahan untuk datang mengambil banyak pengambilan keputusan dan perencanaan.Sebuah perusahaan tidak ingin memiliki kelebihan
 

dari bahan baku ware-rumah mereka, atau tidak cukup bahan. waktu pendekatan persediaanmembantu masalah itu dengan menjadwalkan bahan-bahan untuk tiba di gudang kapantepatnya diperlukan.Dengan demikian manajer puas karena mengurangi biaya dan alur kerjatelah ditingkatkan.Selain itu, konsumen tidak menunggu untuk sebuah produk yangseharusnya dikirim dua hari yang lalu.Dampak negatif atau dampak yang kurang baik bagi teknologi dibidang pemasaransalah satunya adalah adanya kesenjangan sosial. Dalam kaitannya dengan pertumbuhanekonomi dan ketidaksamaan pemerataan peranan teknologi sangat besar, karenaperkembangan teknologi berkaitan erat dengan stratifikasi sosial. Dalam hal ini surplusekonomi dalam kaitannya dengan pemasaran dianggap berkaitan erat dengan perkembanganteknologi. Dengan demikian maka, penetapan teknologi rendah maupun teknologi tinggisangat berdampak terhadap kesenjangan sosial.Dampak negatif yang lainnya adalah dibidang sosial ekonomi teknologi. Dalam halini, teknologi mungkin memiliki wajah yang revolusioner. Meskipun banyak pendapatmengenai peran teknologi dalam masyarakat, namun satu hal yang pokok bahwa teknologimerupakan salah satu faktor yang dapat mengubah tatanan suatu masyarakat sehinggamemiliki wajah yang lain sama sekali. Dikatakan demikian karena dulu ketika ditemukanteknologi peleburan besi cangkul, dan baju, lahirlah revolusi pertama dalam sejarah manusia,yaitu pertanian. Dan ketika mesin uap ditemukan dan kemudian menjadi motor penggerak mesin-mesin di pabrik, lagi-lagi teknologi menjadi salah satu faktor terjadinya revolusiindustri.Namun dari segi-segi tertentu, teknologi telah membuat perubahan bentuk maupunkapasitas sehingga menghilangkan ciri khas personal dalam sebuah produk. Dampak sosialteknologi jauh sekali terasa bila melalui proses alih teknologi. Penggunaan sebuah teknologibaru ( yang belum tentu sesuai dengan karakter local ) menuntut penyesuaian struktur sosialbudaya dengan cepat. Akibatnya, masyarakat tersebut akan mengalami suatu kondisi kritisyang dapat berujung pada sebuah kelompok atau kesatuan baru, mungkin malah terjadiperselisihan atau perpecahan. Kenyataan menunjukkan bahwa kepentingan ekonomi danpolitik sangat mempengaruhi penerimaan alih teknologi, termasuk di dalamnya kepentinganekonomi dan praktek dari negara pengalih teknologi.
III. KesimpulanB
erdasarkan uraian di atas,dapat disimpulkan bahwa teknologi itu berkembang dari


Dua Perspektif Sistem Organisasi
Dalam berbagai teori organisasi – baik yang konvensional maupun moderen – secara sederhana organisasi dilihat sebagai kesatuan antara dua komponen penting atau entitas utama yaitu “manusia” dan “struktur”. Unsur manusia akan sangat dipengaruhi oleh nilai, budaya/kultur, kepercayaan, perilaku sosial, struktur masyarakat, lingkungan sekitar, dan lain sebagainya; sementara unsur struktur akan sangat terkait dengan sistem, teknologi, prosedur, ukuran dan bentuk, dan lain sebagainya. Walaupun keduanya “sepakat” untuk melebur demi pencapaian suatu tujuan
[4], penggabungan kedua unsur tersebut menghasilkan suatukompleksitas yang berubah-ubah dari masa ke masa sesuai dengan tingginya dinamika internal dan eksternal organisasi. Terlepas dari beraneka ragam teori mengenai organisasi yang telah dikenal, untuk mempermudah pemahaman, dapat diambil dua perspektif sistem yang sangat bertolak belakang satu dengan lainnya, yang dikenal sebagai “sociotechnical perspective” dan “structuralist perspective”
[5].
Sociotechnical Perspective
Pendekatan sistem ini menganggap bahwa organisasi moderen semacam perusahaan pada dasarnya merupakan hasil sintesis atau penggabungan dari dua komponen mendasar, yaitu “kemampuan teknis” untuk menghasilkan sesuatu yang dapat dijual (dalam hal ini adalah produk atau jasa yang ditawarkan) dan “sumber daya manusia” sebagai pelaku atau subyek dalam berorganisasi. Pandangan ini jelas merupakan pembaharuan dari teori organisasi konvensional yang menganggap bahwa organisasi tidak lebih dari sebuah “mesin” yang bersifat statis dan otokratis. Dalam kerangka pandangan tradisional tersebut, manusia hanyalah dianggap sebagai sebuah “sparepart” atau “benda mati” yang dapat dengan mudah diperjualbelikan sesuai dengan keperluan. Hal ini jelas sangat bertentangan dengan konsepsociotechnical dimana sumber daya manusia dianggap sebagai entitas yang paling strategis dalam sebuah organisasi, terutama yang bersifat komersial seperti sebuah perusahaan. Perubahan paradigma tersebut telah mengakibatkan terjadinya revolusi pemikiran dalam perancangan sistem organisasi yang tepat dan efektif di era moderen seperti saat ini dimana sejumlah prinsip lama yang telah sedemikian kuat dipegang, harus dilepas dan digantikan dengan beragam paradigma baru. Tabel berikut memperlihatkan bagaimana berbedanya pandangan pada era organisasi tradisional dengan konsep sociotechnical[6] dalam berbagai aspek penting[7].
Traditional Approach
Sociotechnical Concept
The technological imperative
Joint Optimization
People as extensions of machines
People as complementary to machines
People as expendable spare parts
People as resource to be developed
Maximum task breakdown, simple narrow skills (Taylorism)
Optimum task grouping, multiple broad skills (Work Enhancement)
External controls (supervisors, specialist, staff, procedures)
Internal controls, self-regulating systems, autonomous work groups
Tall organisation chart, autocratic style
Flat organisation chart, participative style, netowrk of workers
Competition, gamesmanship
Collaboration, collegiality
Organisation’s purposes only
Members’ and society’s common good
Alienation
Commitment, involvement
Low risk-taking
Innovation, risk seeking (with limits)
Structuralist Perspective
Konsep ini merupakan hasil kajian dari Aston School dimana mereka memfokuskan studinya pada pencarian aspek-aspek yang mempengaruhi struktur dan perilaku manusia dalam berorganisasi. Berbeda dengan sociotechnical perspective yang berpegang pada penggabungan unsur teknis dengan sumber daya manusia, structuralist perspective menemukan adanya sejumlah elemen penting lainnya yang saling mempengaruhi perilaku dalam berorganisasi. Keempat elemen penting yang dimaksud adalah: konteks, struktur organisasi, kinerja, dan perilaku organisasi. Konteks merupakan faktor makro yang memberikan ciri khusus pada sebuah organisasi. Contohnya adalah sebuah perusahaan yang karakteristiknya akan sangat ditentukan oleh hal-hal semacam: tipe industri, kompleksitas bisnis, strukturmarket, ruang lingkup usaha, nature of products and services, perkembangan teknologi, barrier to entry, situasi kompetisi, dan lain sebagainya. Dalam mengatasi konteks makro tersebutlhan maka perusahaan membentuk sebuah struktur organisasi berdasarkan sejumlah aspek terkait dengan hal-hal sebagai berikut: pembagian divisi berdasarkan spesialiasi, pemberlakukan standarisasi, bentuk formaliasi komunikasi dan prosedur, struktur sentraliasi atau desentraslisasi, dan lain sebagainya. Dibentuknya struktur tersebut adalah untuk memudahkan tercapainya visi, misi, dan obyektif yang telah dicanangkan, dimana keseluruhannya akan diukur melalui sejumlah indikator kinerja, seperti: produktivitas, profitabilitas, kemampuan beradaptasi, good corporate governance, dan lain sebagainya. Perlu diperhatikan bahwa struktur organisasi memiliki keterkaitan timbal balik yang sangat erat dengan perilaku organisasi karena di dalamnya akan mengandung baik secara implisitmaupun eksplisit hal-hal semacam: struktur pengaruh dan kekuasaan, pola interaksi dan pelaporan, batasan pekerjaan dan tanggung jawab, dan lain sebagainya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/proxy/AVvXsEjdutRO5CKsc46MS9pfZOlyOm12DQM7tATmn1qbR1plHgN9lv9jRYi7iGDkMe8s4OUNRMd6cA7E6Ve_G3mIY2m3NwM5bIhUMzw5v7R1S4iKe2X3VC9EbISmXyrQfyV1Q1wJTzHrsZmVN8hWHql3YNDaI00iJbYWlgDm9T30V35PB4nzUDpbMZAzAto
Pengaruh Peranan Teknologi Informasi
Kedua titik ekstrem perspektif tersebut membentuk sebuah spektrum sistem organisasi dimana di dalamnya terdiri dari berbagai macam jenis atau tipe sistem organisasi yang “dianut” oleh beragam organisasi moderen di dunia yang telah melibatkan teknologi informasi sebagai salah satu senjata utama dalam bersaing[8]. Mengenai ke arah mana sebuah organisasi akan memiliki kecenderungan dalam proses perancangan sistem organisasinya – dalam arti kata apakah yang bersangkutan akan lebih dekat ke sociotechnical atau ke arah structuralist – akan teramat sangat ditentukan oleh portofolio perananteknologi informasi di perusahaan tersebut dan tingkat maturity atau kematangannya. Teori yang paling banyak dipergunakan untuk melihat sejauh mana peranan teknologi informasi bagi sebuah perusahaan adalah dengan menggunakan kateogori yang diperkenalkan oleh Markus, dimana menurutnya ada 5 (lima) peranan mendasar teknologi informasi di sebuah perusahaan, masing-masing adalah:
1.    Fungsi Operasional
2.    Fungsi Pengawasan dan Kontrol
3.    Fungsi Perencanaan dan Pengambilan Keputusan
4.    Fungsi Komunikasi
5.    Fungsi Interorganisasi
System Types
System Funtions
Key Design Features
Operational
To structure work
Work rationalisation
Work routinisation
Monitoring and control
To evaluate performance and motivate people
Standards
Measures
Evaluation
Feedback
Reward
Planning and decision
To support intellectual processes
Models
Data analysis and presentation
Communication
To augment human communication
Communication procedures
Communication mediation
Interorganisational
To facilitate interorganisatinal transactions
Structuring or mediation of interorganisational transactions
Tipe dan fungsi peranan teknologi informasi ini secara langsung akan berpengaruh terhadap rancangan atau desain:
·       Struktur organisasi perusahaan; dan
·       Struktur organisasi departemen, divisi, atau unit terkait dengan sistem informasi, teknologi informasi, dan manajemen informasi[9].
Fungsi Operasional akan membuat struktur organisasi menjadi lebih ramping dan jauh dari sifat birokratis karena sejumlah aspek administratif yang ketat dan teratur telah diambil alih fungsinya oleh teknologi informasi. Karena sifat penggunaannya yang menyebar di seluruh fungsi organisasi, maka unit terkait dengan manajemen teknologi informasi akan menjalankan fungsinya sebagai “supporting agency”[10] dimanateknologi informasi dianggap sebagai sebuah “firm infrastructure”.
Fungsi Monitoring and Control mengandung arti bahwa keberadaan teknologi informasi akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan aktivitas di level manajerial – embedded di dalam setiap fungsi manajer - sehingga struktur organisasi unit terkait dengannya harus dapat memiliki “span of control” atau “peer relationship” yang memungkinkan terjadinya interaksi efektif dengan para manajer di perusahaan terkait.  
Fungsi Planning and Decision mengangkat teknologi informasi ke tataran peran yang lebih strategis lagi karena keberadaannya sebagai enabler dari rencana bisnis perusahaan dan merupakan sebuah “knowledge generator” bagi para pimpinan perusahaan yang dihadapkan pada realitas untuk mengambil sejumlah keputusan penting sehari-harinya. Tidak jarang perusahaan yang pada akhirnya memilih menempatkan unit teknologi informasi sebagai bagian dari fungsi perencanaan dan/atau pengembangan korporat karena fungsi strategis tersebut diatas.
Fungsi Communication secara prinsip termasuk ke dalam “firm infrastructure” dalam era organisasi moderen dimana teknologi informasi ditempatkan posisinya sebagai sarana atau media individu perusahaan dalam berkomunikasi, berkolaborasi, berkooperasi, dan berinteraksi. Seperti halnya pada Fungsi Operational, unit teknologi informasi akan menempatkan dirinya sebagai penunjang aktivitas sehari-hari perusahaan.
Fungsi Interorganisational merupakan sebuah peranan yang cukup unik karena dipicu belakangan ini oleh semangat globalisasi yang memaksa perusahaan untuk melakukan kolaborasi atau menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan lain[11]. Konsep kemitraan strategis atau partnerships berbasis teknologi informasi seperti pada implementasi Supply Chain Management atau Enterprise Resource Planning membuat perusahaan melakukan sejumlah terobosan penting dalam mendesain struktur organisasi unit teknologi informasinya. Bahkan tidak jarang ditemui perusahaan yang cenderung melakukan kegiatan pengalihdayaan atau outsourcing sejumlah proses bisnis terkait dengan manajemen teknologi informasinya ke pihak lain demi kelancaran bisnisnya. 
Penutup
Melihat kenyataan dan penjelasan tersebut, maka terlihat bahwa pada dasarnya, sistem organisasi – menyangkut di dalamnya perancangan struktur organisasi dan penilaian efektivitas kinerjanya – akan sangat tergantung dari sejumlah faktor spesifik terkait dengan situasi dan kondisi perusahaan. Walaupun berada dalam sebuah industri yang sama, lini bisnis serupa, penghasil produk dan jasa yang tidak jauh berbeda karakteristiknya, beberapa perusahaan dapat memiliki struktur organisasi yang berbeda. Perbedaan tersebut dipicu karena unsur-unsur yang “tidak mungkin tersamakan” seperti: nilai atau value yang dianut masing-masing individu, budaya perusahaan yang telah terbentuk, perilaku para pimpinan dan pengambil keputusanterutama dalam hal leadership (sikap kepemimpinan), visi dan misi perushaan yang telah dicanangkan, konteks keberadaan perusahaan dalam lingkungan sekitarnya, maturity dari perusahaan dalam berbisnis, dinamika pasar yang sangat tinggi, perkembangan teknologi informasi yang pesat, dan lain sebagainya. Dengan memahami karakteristik dari perusahaan – terutama ditinjau dari sejumlah variabel yang mempengaruhinya – nischaya dapat dikembangkan sebuah struktur organisasi usaha dan unit penunjang teknologi informasi yang tepat dan efektif.

2.3. Tantangan Perkembangan Tehnologi Informasi di Bidang Pemasaran
Bagian Pemasaran harus mampu menghadapi tantangan perubahan lingkungansehingga dapat menghasilkan informasi yang sesuai dengan perubahan teknologi manufaktur,teknologi sistem informasi dan persaingan global. Bagian Pemasaran harus mampuberadaptasi dengan kemajuan teknologi. Selain itu, kemajuan teknologi membawa dampak terhadap perkembangan dunia industri yang menuntut adanya kriteria penilaian kinerjaperusahaan untuk mencapai tujuan secara optimal. Kriteria tersebut menyebabkan bidangpemasaran untuk dapat menyajikan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat waktu,lengkap, dapat dipahami, dan teruji dalam rangka pengambilan keputusan manajemen, baik strategik maupun taktis.Selain itu, ketersediaan alat-alat yang dibutuhkan, seperti ketersediaan komputerpersonal (PC),
software
, dan paket-paket grafis yang memudahkan pengguna (user friendly).Komputer personal berfungsi sebagai penghubung komunikasi ke sistem informasi
 
perusahaan, sedangkan
software
dan paket grafis memberikan manajer kemampuan analitisuntuk menggunakan informasi tersebut. Alat bantu PC dan
software
tersedia bagi manajerdari semua jenis organisasi. PC dan software yang mudah pengoperasiannya memungkinkanmanajer melakukan lebih banyak analisis dan mengurangi ketergantungannya padadepartemen sistem informasi yang tersentralisasi. Jika sebuah PC juga bertindak sebagaisuatu terminal dan dihubungkan ke
database
organisasi, maka manajer dapat mengaksesinformasi dengan cepat dan menyiapkan lebih banyak laporannya.Masalah budaya juga dapat menjadi tantangan tersendiri dalam perkembangantehnologi informasi, penerimaan masyarakat terhadap barang dan jasa yang ditawarkan akansangat berpengaruh. Pada masyarakat tertentu, hal-hal baru apalagi yang berhubungan dengantehnologi akan susah untuk dimengerti dan dipahami, disitulah peranan manajer pemasaranuntuk dapat mengadakan pelatihan-pelatihan kepada mitra kerjanya tentang bagaimanapenggunaan sistem informasi yang berbasis tehnologi untuk menunjang perkembangan bisnisyang dikelolanya.

2.4. Dampak Perkembangan Tehnologi Informasi di Bidang Pemasaran
Suatu perkembangan teknologi dapat memiliki peranan penting dalam kehidupanmanusia. Namun, di sisi lain juga memiliki dampak dalam kehidupan manusia. Terutamakaitannya di bidang pemasaran yang terjadi dalam proses jual beli di suatu perusahaan ataubadan usaha untuk mempromosikan produknya. Dampak dari teknologi di bidang pemasarandapat berupa dampak positif atau yang membawa kemajuan, tetapi juga dapat berupa dampak negatif atau yang membuat kemunduran.Salah satu dampak positif dari teknologi dalam kehidupan manusia, terutama dibidang pemasaran yakni proses penyampaian informasi secara cepat. Jika zaman dulu, dalammemasarkan produk harus menunggu beberapa minggu atau beberapa bulan barutersampaikan. Tetapi, pada zaman sekarang ini, dengan kemajuan teknologi informasi parapenjual maupun pembeli tidak perlu menunggu lama-lama untuk dapat melihat produk.Karena dapat diakses melalui sebuah jaringan internet maupun situs – 
situs terkait.Dampak positif yang lain dari perkembangan teknologi adalah proses transaksi yangdapat berlangsung secara cepat. Tidak perlu antri
lama – lama di kantor pos untuk mengirimmaupun mengambil uang. Adanya fasilitas ATM (Anjungan Tunai Mandiri) adalah salah satusarana penunjang dalam sebuah kelancaran pemasaran barang dan jasa. Pengenalan produk barang dan jasa suatu perusahaan maupun badan usaha melalui media periklanan, baik itumedia elektronik maupun media cetak. Seperti televisi, pemasangan iklan lewat internet yangsaat ini banyak beredar. Dan media cetak seperti koran, majalah, buletin. Merupakan buktiadanya dampak yang berpengaruh baik atau positif bagi teknologi yakni dibidangpemasaran.Perkembangan teknologi yang terus berkembang membuat masyarakat dalammenjalankan kehidupannya menjadi semakin maju dan tidak gagap teknologi. Artinya dapatmengikuti perubahan zaman yang terjadi yang ditandai dengan adanya perubahan danpengembangan teknologi yang berproses secara bertahap.Teknologi Informasi tidak hanya membawa manfaat dalam organisasi,tetapi kepuasanpelanggan juga meningkat dengan pelaksanaan Internet.Hari ini, pelanggan lebihberpengetahuan tentang kualitas dan ketersediaan produk yang ada di pasar yangbersaing.Melalui penggunaan internet dan perdagangan elektronik,konsumen dapatmenemukan ribuan produk dan mencari kualitas terbaik dan harga.Banyak perusahaan jugamemiliki on-line membantu, misalnya, jika Anda ingin membeli sebuah televisi on line danmembutuhkan pertanyaan yang diajukan, Anda bisa cukup klik pada "on-line membantu"icon dan seseorang akan segera membantu Anda.Sebelum IT dilaksanakan, mengambilpersediaan dan penjadwalan untuk bahan-bahan untuk datang mengambil banyak pengambilan keputusan dan perencanaan.Sebuah perusahaan tidak ingin memiliki kelebihan

teknologi dibidang pemasaransalah satunya adalah adanya kesenjangan sosial. Dalam kaitannya dengan pertumbuhanekonomi dan ketidaksamaan pemerataan peranan teknologi sangat besar, karenaperkembangan teknologi berkaitan erat dengan stratifikasi sosial. Dalam hal ini surplusekonomi dalam kaitannya dengan pemasaran dianggap berkaitan erat dengan perkembanganteknologi. Dengan demikian maka, penetapan teknologi rendah maupun teknologi tinggisangat berdampak terhadap kesenjangan sosial.Dampak negatif yang lainnya adalah dibidang sosial ekonomi teknologi. Dalam halini, teknologi mungkin memiliki wajah yang revolusioner. Meskipun banyak pendapatmengenai peran teknologi dalam masyarakat, namun satu hal yang pokok bahwa teknologimerupakan salah satu faktor yang dapat mengubah tatanan suatu masyarakat sehinggamemiliki wajah yang lain sama sekali. Dikatakan demikian karena dulu ketika ditemukanteknologi peleburan besi cangkul, dan baju, lahirlah revolusi pertama dalam sejarah manusia,yaitu pertanian. Dan ketika mesin uap ditemukan dan kemudian menjadi motor penggerak mesin-mesin di pabrik, lagi-lagi teknologi menjadi salah satu faktor terjadinya revolusiindustri.Namun dari segi-segi tertentu, teknologi telah membuat perubahan bentuk maupunkapasitas sehingga menghilangkan ciri khas personal dalam sebuah produk. Dampak sosialteknologi jauh sekali terasa bila melalui proses alih teknologi. Penggunaan sebuah teknologibaru ( yang belum tentu sesuai dengan karakter local ) menuntut penyesuaian struktur sosialbudaya dengan cepat. Akibatnya, masyarakat tersebut akan mengalami suatu kondisi kritisyang dapat berujung pada sebuah kelompok atau kesatuan baru, mungkin malah terjadiperselisihan atau perpecahan. Kenyataan menunjukkan bahwa kepentingan ekonomi danpolitik sangat mempengaruhi penerimaan alih teknologi, termasuk di dalamnya kepentinganekonomi dan praktek dari negara pengalih teknologi.

III. KesimpulanB
Berdasarkan uraian di atas,dapat disimpulkan bahwa teknologi itu berkembang darimasa ke masa. Teknologi banyak membawa perubahan disegala bidang. Selain itu, teknologi juga banyak memiliki peranan penting, yang juga memilki dampak di bidang pemasaran.Adanya hal tersebut, tentunya dapat menjadi sebuah analisa. Bahwa ketika teknologi ituberkembang pasti ada dampak yang mengiringinya.Teknologi adalah sebuah bukti bahwa kehidupan itu berjalan. Meskipun, banyak terjadi kontroversi dalam prosesnya. Tetapi, tetap saja teknolgi tidak dapat lepas darikehidupan manusia. Didalam bidang pemasaran, tentunya teknologi yang maju dapatmengembangkan berbagai hal. Yang berfungsi bagi kemajuan suatu perusahaan atau badanusaha. Perlu juga sebuah pengawasan teknologi, agar teknologi tidak difungsikan untuk halyang kurang baik bahkan disalah gunakan untuk tindakan yang melanggar aturan / norma yang berlaku.



[1] Yang dimaksud dengan 4M adalah: Men, Materials, Money, dan Machines.
[2] Don Tapscott memperlihatkan secara jelas dan detail 12 pergeseran paradigma yang mencirikan sebuah organisasi di era New Economy.
[3] Moris, Steve, John Meed, dan Neil Svensen, “The Intelligent Manager: Adding Value in the Information Age”, London, UK: Pitman Publishing, 1996.
[4] Yang dalam berbagai teori “organisasi” sering didefinisikan sebagai kumpulan individu atau sekelompok orang yang ingin mencapai suatu tujuan tertentu (misalnya visi dan misi yang telah dicanangkan).
[5] Pemilihan kedua perspektif kontras ini didasarkan pada teori perancangan dan perilaku organisasi yang diperkenalkan oleh Van Ven dan Joyce pada tahun 1981.
[6] Perlu diperhatikan bahwa “teknologi informasi” dianggap sebagai bagian dari unsur “kemampuan teknis” dalam konsep sociotechnical, sehingga keberadaannya sangat mempengaruhi desain organisasi perusahaan moderen.
[7] Diambil dari buku “Organisations and Information Technology: Systems, Power, and Job Design” karangan Ian Winfield.
[8] Sistem organisasi masa depan (futuristik) seperti yang diperkenalkan James Martin pada bukunya Cybercorp tidak termasuk di dalam spektrum tersebut karena sifatnya yang masih serba “spekulatif”.
[9] Sejumlah teori manajemen membedakan definisi ketiga istilah tersebut (walaupun di dalam karya ini akan lebih ditekankan pada “teknologi informasi”; lihat buku “Pengantar Konsep Dasar Sistem Informasi dan Teknologi Informasi”
[10] Michael Porter dalam teori “competitive advantage”-nya menamakan peranan teknologi informasi sebagai penunjang berbagai kegiatan manajemen sebagai “supporting activities”.
[11] Bahkan dalam ilmu manajemen dikenal istilah “coopetition” dimana perusahaan “sepakat” untuk bekerjasama dengan perusahaan lain yang notabene adalah pesaingnya (karena berada dalam industri yang sama) untuk berkolaborasi demi memenangkan kompetisi yang lebih besar ruang lingkupnya.